Sangat menarik membahas mengenai keterkaitan hematokrit dan thromboembolism. Ini sangat penting, khususnya dalam dunia kedokteran & biomedis karena dapat membantu melihat masa depan dan mencegah hal-hal yang tidak perlu.
Hematokrit adalah tingkat persentase sel darah merah pada sirkulasi darah, ini sering ditemukan pada pemeriksaan hematologi, dikodekan HCT.
Apa artinya HCT tinggi? Secara singkat HCT tinggi umumnya adalah manifestasi hipovolemia (plasma darah rendah) sehingga persentase komponen darah seperti red blood cells (RBC) terlihat meningkat. Ini biasanya disebabkan oleh mekanisme “third spacing” seperti edema, asites atau efusi pleura – dimana plasma darah bocor dari pembuluh darah.
Kembali lagi ke pertanyaan, keterkaitan erat hematokrit dengan trombosis.
Sirkulasi darah kita memiliki fisiologis yang unik, yakni “efek reologi” alias aliran hidrodinamik. Komponen yang memiliki viskositas rendah dan bergerak cepat cenderung berada pada pusat sirkulasi, sedangkan komponen yang memiliki viskositas yang lebih tinggi dan bergerak lebih lambat cenderung berada di tepi sirkulasi (dekat dengan endotel). Akibatnya RBC cenderung berkumpul di pusat karena viskositasnya rendah, sedangkan komponen seperti trombosit, leukosit dan faktor prokoagulan cenderung berkumpul di tepi sirkulasi.
Efek reologi juga menciptakan tegangan geser. Secara fisiologis, sirkulasi darah kita mempertahankan tegangan geser yang tinggi. Tegangan geser ini memicu produksi nitric oxide (NO) oleh endotel sebagai vasodilator, antikoagulan serta pencegah aktivasi endotel – sehingga menjaga area tepi sirkulasi tetap seimbang secara koagulasi
Lalu apa masalahnya?
Ketika konsentrasi komponen meningkat (hipovolemia), sirkulasi darah bagian tepi menjadi sangat kental, karena trombosit, prokagulan dan leukosit menjadi dominan – menciptakan kondisi hiperkoagulasi.
Tegangan geser juga menurun akibat hipovolemia yang menyebabkan kecepatan sirkulasi menurun. Penurunan tegangan geser menurunkan produksi NO, yang pada gilirannya menyebabkan aktivasi endotel, penurunan antikoagulan dan inflamasi. Trombosit pun memulai agregasi dan terciptalah tromboembolism
So, itulah alasan mengapa hematokrit memiliki risiko tinggi terhadap thromboembolism, what do you think?
Referensi :
Litvinov RI, Weisel JW. Role of red blood cells in haemostasis and thrombosis. ISBT Sci Ser. 2017 Feb;12(1):176-183. doi: 10.1111/voxs.12331. Epub 2016 Dec 14. PMID: 28458720; PMCID: PMC5404239.
Baskurt OK, Meiselman HJ. Blood Rheology and Hemodynamics. Semin Thromb Hemost. 2024 Sep;50(6):902-915. doi: 10.1055/s-0043-1777802. Epub 2023 Dec 20. PMID: 38122808.
Mengapa Hematokrit Memiliki Resiko Tinggi Terhadap Tromboembolism?



